18 May 2022

Efek Samping Makan Buah Naga Over Dosis

Pada umumnya, dalam 100 gram buah naga memiliki kandungan nutrisi seperti kalori, karbohidrat, serat, kalsium, magnesium, vitamin A, vitamin C, zat besi, protein.

Meski demikian, makan buah naga secara berlebihan nyatanya bisa menimbulkan risiko kesehatan. Berikut ini penjelasannya, seperti dilansir laman Genpi.co dan jpnn.com



1. Reaksi alergi

Walaupun makan buah naga menyehatkan tubuh, sejumlah hasil penelitian melaporkan bahwa efek samping buah yang satu ini bisa menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang sesaat setelah mengonsumsinya.

Reaksi alergi yang mungkin muncul, antara lain bibir atau lidah membengkak, rasa kesemutan atau gatal di mulut, kulit gatal, meradang, ruam, biduran, hingga mual dan muntah.

Jika Anda mengalami gejala reaksi alergi ini, sebaiknya hentikan konsumsi buah naga.

2. Gangguan pencernaan

Bahaya buah naga apabila dikonsumsi secara berlebihan ternyata bisa membuat nutrisi lain yang Anda konsumsi, tidak terserap dengan baik saat melewati usus.

 

sumber:

jpnn.com

 

Tetap pakai masker.

Jaga jarak.

Rajin cuci tangan dengan sabun di air mengalir

29 April 2020

Total Biaya Pengobatan Pasien Virus Corona

Seluruh biaya pengobatan pasien tersebut ditanggung Kementerian Kesehatan dengan kriteria yang telah ditentukan.

Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/238/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Perawatan Pasien Penyakit Terinfeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit yang Menyelenggarakan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Dia mengatakan biaya pengobatan pasien COVID-19 dengan kriteria ODP, PDP, atau terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa penyakit penyerta (komorbid), bisa mencapai belasan juta rupiah untuk sehari perawatan.

Jika pasien tersebut membutuhkan pelayanan ICU dengan ventilator biayanya Rp15,5 juta, ICU tanpa ventilator Rp12 juta, ruangan isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp10,5 juta.


Selanjutnya, ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator Rp7,5 juta, ruang isolasi nontekanan negatif dengan ventilator Rp10,5 juta, dan ruang isolasi nontekanan tanpa ventilator Rp7,5 juta.

Perawatan ICU dengan ventilator Rp16,5 juta, tanpa ventilator Rp12,5 juta, isolasi ruangan tekanan negatif dengan ventilator Rp14,5 juta, tanpa ventilator Rp9,5 juta, isolasi nontekanan negatif dengan ventilator Rp14,5 juta, tanpa ventilator Rp9,5 juta.

Pemerintah juga menanggung biaya pemakaman jenazah untuk pasien yang meninggal dunia dengan rincian biaya pemulasaran Rp550 ribu, kantong jenazah Rp100 ribu, peti jenazah Rp1,75 juta, plastik erat Rp260 ribu, disinfektan jenazah Rp100 ribu, transportasi untuk mengantar jenazah Rp500 ribu, dan disinfektan mobil Rp100 ribu.

sumber :
jpnn.com
detik.com
detiknews.com

02 December 2019

Windy Canti - Atlet Muda Cantik dan Berbakat

Atlet angkat besi Windy Cantika mempersembahkan medali emas SEA Games 2019 dari kelas 49 kg putri.

Cantika membukukan angkatan total 190 kg di Ninoy Aquino Stadium, Manila, Senin (2/12).

Lifter muda Indonesia tersebut mampu mengalahkan angkatan lifter Myanmar Phyo Pyae Pyae dan lifter Vietnam Ngo Thi Quyen.

Saingannya, Phyo Pyae, hanya mampu mengangkat seberat 180 kg, sedangkan Ngo Thi Quyen membukukan angkatan seberat 172 kg.

Selain menyumbangkan emas, Cantika juga berhasil memecahkan rekor dunia remaja atas namanya sendiri, untuk angkatan snatch dari 84 kg menjadi 86 kg dan angkatan clean & jerk dari 102 menjadi 104 kg.


"Tadi cuma berpikir bagaimana bisa poin nambah, angkatan bisa maksimal. Bersyukur hasil latihan selama ini membuat saya bisa menyumbangkan emas," katanya singkat, kepada awak media di Filipina.

Keberhasilan Cantika ini juga diparesiasi oleh Manajer Angkat Besi Indonesia, Sonny Kasiran. Bagi dia, SEA Games merupakan sasaran antara agar bisa dapat poin maksimal dan melaju untuk mengumpulkan poin ke Olimpiade 2020 Tokyo.

sumber:
jpnn.com

01 November 2015

Kisah Miris Pak Raden Disengsarakan Negara

Mungkin menjadi sesuatu yang janggal melihat kondisi hidup Pak Raden, seseorang yang menciptakan karya sebesar dan setenar 'Si Unyil' yang sampai sekarang masih jadi tontonan di televisi.

Kenapa bisa seorang maestro dan pendongeng andal sekarang harus tinggal sebatang kara dan banting tulang di usia tuanya hanya demi pengobatan. Lukisan-lukisan karyanya sampai dijual, begitu juga boneka-boneka tangan 'Si Unyil' yang dilepas ke berbagai kolektor yang masih peduli.

Ternyata selama ini hak cipta 'Si Unyil', yang merupakan karya dari tangan Suyadi menjadi milik Perusahaan Umum Produksi Film Negara (PPFN). Ini membuat Pak Raden tidak mendapatkan royalti apa pun dari buah kerja kerasnya di masa lampau.

Pak Raden sempat membuat kesepakatan penyerahan hak cipta atas nama Suyadi kepada PPFN. Pada Pasal 7 surat perjanjian itu tertulis, kesepakatan kedua belah pihak berlaku selama lima tahun terhitung sejak perjanjian tersebut ditandatangani.

Akan tetapi, PPFN menganggap bahwa perjanjian penyerahan hak cipta tersebut tetap pada PPFN untuk selamanya. Pak Raden tidak tinggal diam dan sempat berjuang selama dua tahun untuk mendapatkan haknya.

Setelah perjuangan panjang, Pak Raden akhirnya mencapai kesepakatan dengan PFN pada 15 April 2014. “Jangan bilang berdamai. Saya tidak bermusuhan dengan PPFN. Biarlah ini jadi kenangan terindah buat saya,” kata pria kelahiran 28 November 1932 ketika perjuangannya berbuah manis.

Namun semua itu tampak sudah terlambat. Kondisi kesehatannya terus dirongrong penyakit yang diidapnya. Meski begitu, perjuangan dan keramahan terus ditunjukkan oleh Pak Raden, yang belakangan tak bisa lepas dari kursi roda untuk aktivitas sehari-hari.

Bahkan Pak Raden sempat dijadwalkan mengisi Festival Dongeng Indonesia pada akhir Oktober 2015 nanti di Museum Nasional, Jakarta. Sayang, ajal lebih dulu memanggil sang maestro.

Sekarang, Pak Raden telah tiada namun karya-karyanya masih akan terus dikenang sepanjang masa. Selamat jalan Pak Raden, semoga amal dan ibadahmu mendapatkan tempat terbaik di sisi Yang Maha Kuasa.

Semoga ke depannya, perusahaan milik negara bisa lebih memperhatikan dan menghargai karya-karya yang dibuat para senimannya. Jangan sampai ada Pak Raden lain yang harus menderita padahal karyanya menjadi fenomena.

sumber
http://life.viva.co.id/news/read/694022-kisah-pak-raden--sebatang-kara-yang-disengsarakan-negara/2